Jumat, 12 April 2013

Pengertian NetStumbler



NetStumbler merupakan tool yang berfungsi untuk mendeteksi sinyal Wireless yang berada dalam jangkauan device wireless kita, bahkan bisa menangkap sinyal yang lebih jauh dari pada yang dapat ditangkap oleh device wireless standar. Tool ini juga dipergunakan untuk keperluan hacking, pengujian konfigurasi jaringan, survey besarnya interferensi, menemukan tempat yang sepi dari jaringan Wifi, dan memposisikan ketepatan arah antena(pointing). NetStumbler juga bisa melakukan monitoring channel-channel yang digunakan, kekuatan sinyal Wifi, menampilkan SSID yang terdeteksi.
NetStumbler ini sering digunakan oleh orang untuk menemukan jaringan Wifi yang rentan securitynya, lalu dia bisa menggunakan sedikit upaya untuk membobolnya, jadi bisa internetan gratis. Oleh karena itu pergunakan langkah security yang maksimal pada accesspoint anda, jika security WEP dan WPA accesspointnya anda aktif, maka NetStumbler akan memunculkan gambar gembok pada sinyal wifi yang WEP atau WPA nya aktif.
            NetStumbler juga bisa disandingkan dengan perangkat GPS, dengan begitu  kita bisa memetakan jaringan Wifi yang berada pada satu tempat,biasanya dilakukan sambil berjalan, juga melaporkan MAC Address accesspoint plus frekuensi operasinya, mencatat level noise, serta perbandingannya dengan level kekuatan sinyal.



Pada gambar diatas kita bisa melihat bahwa ada 2 AP (AccessPoint)yang terdeteksi oleh NetStumbler, masing masing AP diawali dengan simbol Kunci Gembok (indikator bahwa AP tersebut memiliki system security WEP/WPA) dan dibedakan dengan warna yang menunjukkan jangkauan dari AP tersebut. Hijau berarti sinyal bagus, Kuning berarti sinyal kurang bagus, Merah berarti sinyal sangat lemah sekali. Ini dapat kita kita buktikan dengan melihat grafik dari sinyal tersebut dengan cara mengklik pada Tree Menu [Channel] untuk meng-expand sub menu, klik pada nomor channel, dan klik MAC address dari AP yang ingin kita lihat grafiknya.


Dari gambar diatas kita bisa melihat bahwa ada 2 AP yang berada dalam channel yang sama yaitu channel 6 (2.437 Ghz) yang berarti bahwa kemungkinan untuk terjadi interference sangat besar. Sehingga jika kita adalah seorang Network Administrator, sangat disarankan untuk merubah channel yang kita gunakan antara channel 1 (2.413 Ghz) atau 11 (2.462 Ghz). Karena untuk koneksi nirkabel, channel 1, 6, 11 adalah channel yang paling bagus. Tetapi jika ketiga channel tersebut tidak memungkinkan, kita tetap bisa menggunakan channel lainnya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar